Jepang mencabut kondisi daruratnya
NHK

Jepang memprioritaskan wanita hamil untuk vaksinasi

Jepang memprioritaskan wanita hamil untuk vaksinasi

Kementerian Kesehatan Jepang telah meminta pemerintah daerah di seluruh Jepang untuk agar memprioritaskan wanita hamil dan pasangannya untuk vaksinasi virus corona. Mereka sekarang dapat melakukan pendaftaran atau bergabung dalam daftar tunggu meskipun mereka berada di luar kelompok usia yang saat ini memenuhi syarat.

Kementerian mengatakan calon ibu harus disuntik vaksin karena jika terinfeksi, mereka berpotensi berisiko lebih besar menjadi sakit parah atau melahirkan bayi prematur, terutama selama tahap akhir kehamilan. Dikatakan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa vaksin membahayakan janin atau mempengaruhi ASI.

Baca Juga:   Link Download Twibbon Hari Santri Nasional 2021

Pihak berwenang mengatakan banyak wanita hamil yang telah terinfeksi virus. Sekitar 80 persen dari kasus inveksi virus tersebut berasal dari paparan virus corona melalui suami atau pasangan.

Jepang mencabut kondisi darurat akibat covid 19

Pendekatan baru dari pemerintah Jepang

Kematian bayi prematur yang terjadi di Tokyo baru baru ini membuat publik menyarankan agar wanita hamil juga di vaksinasi. Seorang wanita yang hamil dan terinfeksi virus harus melahirkan di rumah di wilayah Chiba setelah rumah sakit menolaknya. bayi prematur tersebut lahir dan harus dibawa ke rumah sakit, namun meninggal dunia.

Kejadian ini membuat para wanita hamil mempertimbangkan agar divaksinasi dan bisa melindungi jabang bayinya agar lahir dengan sehat.

Baca Juga:   Yuk pasang twibbon hari santri nasional

Pihak medis memberikan saran terkait vaksinasi ke wanita hamil

lembaga kebidanan Jepang merekomendasikan bahwa semua wanita hamil yang berada pada tahap manapun untuk segera di vaksinasi.

dari hasil penelitaian Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada bulan Agustus terhadap vaksin Moderna dan Pfizer pada 2500 orang yang diberikan vaksin sekali atau lebih pada 20 minggu usia kehamilan, tingkat keguguran sekitar 13 %. hasil itu dibandingkan dari 11-16 % dari kondisi normal. CDC menemukan bahwa wanita hamil yang divaksin tidak menaikkan risiko keguguran.

Direktur CDC Dr. Rochelle Walensky menganjurkan vaksinasi untuk wanita hamil: “Vaksin itu aman dan efektif, dan tidak pernah lebih mendesak untuk meningkatkan vaksinasi karena kita menghadapi varian Delta yang sangat menular dan melihat hasil parah dari COVID-19 di antara orang hamil yang tidak divaksinasi.”

Baca Juga:   Lisa Blackpink geser rekor Taylor Swift dan Rose

Film Superman & Lois yang mengungkap sisi lain rumah tangga manusia super