Serang polisi dengan celurit karena anaknya ditilang

Serang polisi dengan celurit karena anaknya ditilang

Seorang pria serang polisi lalu lintas yang bertugas dengan senjata tajam celurit di kedua tangannya. Polisi segera menyelamatkan diri untuk sementara.

Video viral di sosial media kembali viral setelah memperlihatkan seorang pria berkulit gelap, berkaos putih yang mengayunkan senjata tajam kepada polsisi yang bertugas saat itu.

Nama pria yang berusaha menyerang polisi tersebut bernama Muhammad Nur Alias Amad (39), seorang pria yang tinggal di Banyuasin.

Amad ditangkap polisi setelah mengancam melukai seorang anggota polisi lalu lintas (polantas).

Baca Juga: Wanita yang mengaku anak jendral bintang 3 di Bandara 

Alasan Amad menyerang polisi lalu lintas

Tindakan tidak terpuji yang dilakukan Amad dilakukan karena anaknya ditilang oleh sang polisi, akibatnya dia marah pada anggota polisi tersebut.

Kasat Reskirm Polres Banyuasin, AKP M Ikang Ade Putra mengatakan, peristiwa penyerangan pria terhadap polisi terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, petugas polisi lalu lintas berinisial AN sedang melaksanakan giat razia kendaraan bermotor.

“Petugas awalnya melakukan sanksi tilang terhadap seorang pemuda, karena berkendara tanpa memakai helm, tidak memiliki SIM, dan tidak membawa kelengkapan surat kendaraan,” katanya, Kamis (25/11/2021).

Baca Juga  Pendeta Saifudin Sebut Gus Dur Tidak Pernah Shalat Pasca dilengserkan Jadi Presiden

Tak lama kemudian, datanglah pelaku, ayah korban tilang dengan mengendarai sebuah mobil dan diparkirkan di tengah jalan. Saat itu pelaku langsung menghampiri petugas.

Baca Juga: Pawang hujan di Mandalika lapor polisi karena difitnah tidak bisa cegah hujan

Pelaku marah dan tidak terima jika anaknya ditilang oleh petugas polisi.

“Pelaku ini langsung marah-marah kepada Polantas yang bertugas. Dia tidak terima kalau anaknya dikenakan sanksi tilang,” ujarnya.

Beberapa saat kemudian, Amad kembali ke mobilnya dan mengambil sebuah senjata tajam jenis celurit. Pelaku langsung mengejar seorang petugas sembari mengayunkan senjata tajam tersebut.

Peristiwa tersebut terekam dalam video yang berdear di sosial media.

“Aksi tersebut berhasil dicegah, dan pelaku melarikan diri. Sementara korban mengalami luka di bagian kaki setelah sempat terjatuh ke parit saat dikejar korban,” katanya.

Korban yang berusaha menghindar terjatuh, sementara pelaku yang berusaha menyerangnya kabur melarikan diri dari tempat kejadian.

Baca Juga: 15 orang dari ormas Pemuda Pancasila ditangkap karena diduga aniaya polisi saat demo

Baca Juga  Heboh Shin Min Ah dan Kim Woo Bin menikah

Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Banyuasian dan Polsek Betung yang melakukan penyelidikan, kemudian mengamankan pelaku beserta barang bukti di Desa talang Duku, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin.

“Pelaku mengaku tidak senang, karena anaknya ditilang,” pungkasnya.

“Pelaku sudah kami amankan bersama barang bukti sepeda motor, mobil dan juga parang serta celurit yang digunakan menyerang anggota,” katanya.

Celurit yang diamankan merupakan senjata yang biasa pelaku bawa saat memotong rumput.

Pelaku yang sudah diamankan di Polres Banyuasin mengaku sangat menyesal atas tindakannya melakukan penyerangan terhadap polisi yang sedang bertugas saat itu.

Kini, tindakan tersebut mengakibatkan dirinya harus merasakan dinginnya ruangan jeruji besi karena tindakan tidak terpujinya.

Ancaman kurungan penjara 10 tahun penjara

Pelaku akan dikenakan Pasal 212, Pasal 335 dan UU darurat dengan ancaman hukuman 10 tahun. Dan pelaku sudah diamankan di sel tahanan Polres Banyuasin,”

Baca Juga: Ada oknum menyuruh membunuh siapapun yang menggangu organisasi ini

Beredar video “Hilangkan nyawanya!”

Demo terjadi di gedung DPR MPR meminta Junimart Girsang meminta maaf karena meminta kemendagri untuk membubarkan ormas Pemuda Pancasila.

Baca Juga  Taylor Swift umumkan 'It's RED season' Taylor Version

Dalam demo tersebut terjadi kerusuhan yang mengakibatkan satu orang polisi dikeroyok oleh anggota demo. Akibat ricuh, demopun segera dibubarkan secara paksa.

Dalam video lain yang masih belum diketahui lokasi dan dimana pengambilan videonya, seseorang meminta anggotanya untuk membunuh siapapun yang mengganggu PP.

“Nggak ada kata lain, nggak usah dikoordinasi, nggak usah dinegosiasi, bunuh! Ketika mereka berani ganggu keluarga besar, mereka berani posko Pemuda Pancasila,” tutur pria itu yang disambut kata ‘siap’ orang-orang di sekelilingnya.

Saat ini Polda Metrojaya masih menyelidiki video tersebut.

Baca Juga: Adu jotos TNI dan Polisi, 2 Polisi tumbang