Warga Korea Utara dilarang tertawa atau tersenyum; jika melakukannya akan ditangkap polisi

Warga Korea Utara dilarang tertawa atau tersenyum; jika melakukannya akan ditangkap polisi

Kematian mendiang presiden Korea Utara, Kim Jong Il pada 17 Desember silam masih memberikan dampak pada warga Korea Utara.

Hal ini terlihat sebagai peringatan kematian (berkabung) dari ayah presiden saat ini, Kim Jong Un. Kim Jong Un melarang warganya untuk minum alkohol, berekreasi dan tertawa.

Jika warga Korea Utara diketahui tertawa, minum alkohol dan rekrerasi selama hari berkabung selama 11 hari, maka akan ada petugas khusus yang akan menangkapnya.

Aturan nyeleneh di Korea Utara

Beberapa aturan yang nyeleneh sering terdengar dari negara Korea Utara. Beberapa waktu lalu, mereka melarang warganya menggunakan produk dari Korea Selatan seperti musik Kpop atau filmnya. Jika ketahuan, maka mereka akan ditangkap oleh pemerintah.

Aturan nyeleneh terbaru adalah warga Korea Utara tidak boleh menunjukan kebahagiaan selama 11 hari dalam rangka berkabung pada presiden Korea Utara sebelumnya, Kim Jong Il pada 17 Desember.

Selama masa berkabung tersebut, warga Korea Utara yang biasanya meminum alkohol, rekreasi atau melakukan kegiatan lainnya dilarang. Bahkan jika ketahuan akan ditangkap.

Baca Juga  Album Adele, '30' Kalahkan album 'RED TV' Taylor Swift dalam 3 Hari

Tanggal 17 Desember juga warga Korea Utara dilarang melakukan aktivitas seperti belanja bahan makanan pokok.

“Selama masa berkabung, kita tidak boleh minum alkohol, tertawa, atau melakukan kegiatan rekreasi,” kata seorang warga Korea Utara kepada Radio Free Asia (RFA).

Jika ada warga Korea Utara yang meninggal, keluarga yang ditinggalkan tidak boleh menangis dengan keras dan jenazah dari almarhum harus segera dikeluarkan dari dalam rumah.

Masa berkabung terhadap Kim Jong Il biasanya dirayakan dalam waktu 10 hari. Tapi untuk tahun ini ditambah satu hari menjadi 11 hari untuk memperingati kematian satu dekade Kim Jong Il pada 17 Desember 2011.

“Dulu banyak orang yang kedapatan minum atau mabuk selama masa berkabung. Mereka ditangkap dan diperlakukan sebagai penjahat ideologis. Mereka dibawa pergi dan tidak pernah terlihat lagi,” kata beberapa sumber

Tak hanya itu, polisi Korea Utara disebut juga telah diperintahkan untuk mencari warga yang tidak terlihat cukup gundah selama masa berkabung, menurut RFA yang mengutip sumber kedua.

Baca Juga  Jepang mencabut kondisi daruratnya

“Mulai hari pertama Desember, mereka (polisi) memiliki tugas khusus untuk menindak mereka yang merusak suasana berkabung kolektif,” kata sumber kedua itu. “Ini tugas khusus polisi selama sebulan. Saya mendengar bahwa petugas penegak hukum tidak bisa tidur sama sekali,” sambungnya.

Meskipun banyak sekali informasi terkait penangkapan tersebut, ada juga warga Korea Utara yang secara anonim menginginkan masa berkabung dipersingkat menjadi satu minggu seperti Kim Ki Il Sung.

Presiden Kim

Korea Utara dipimpin oleh dinasti Kim. Presiden pertama yang memproklamirkan negara Korea Utara adalah Kim Il Sung, lalu dilanjutkan oleh anaknya yang bernama Kim Jong Il. Saat ini anak dari Kim Jong Il, Kim Jong Un lah yang emmimpin Korea Utara.