Ini yang dilakukan BLIBLI untuk berantas barang palsu dan bajakan

Ini yang dilakukan BLIBLI untuk berantas barang palsu dan bajakan

Selama pandemi berlangsung, ecommerce berlomba lomba menyediakan barang barang terbaik agar pelanggan semakin banyak berbelanja selama di rumah

Namun animo masyarakat dalam berbelanja ini bisa saja kurang menguntungkan jika barang yang diterima kualitasnya tidak bagus atau bajakan. Maka BLIBLI sebagai salah satu ecommerce Indonesia berusaha memberikan yang terbaik untuk pelanggannya dengan cara memberantas barang palsu dan bajakan.

Saat ini peredaran dari barang palsu cukup marak ditemukan mengikuti trend dari masyarakat untuk berbelanja online terutama ketika semasa pandemi. Barang Kosmetik, obat obatan, pakaian, makanan dan minuman,juga suku cadang menjadi kategori produk yang dipasarkan di platform e-commerce dan  mempunyai potensi dilanggar hak kekayaan intelektualnya oleh sejumlah pihak yang tidak bertanggung jawab. Chief Operating Officer (COO) Blibli, Lisa Widodo mengungkapkan bahwa untuk mengurangi adanya pelanggaran hak kekayaan dalam BLIBLI, pihaknya memiliki perjanjian perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang telah disepakati dengan para penjual.

“Di Blibli, kami menjaganya dengan memastikan barang-barang berkualitas tersedia dari seller yang sudah dikurasi secara ketat juga terikat perjanjian perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Proses menyeluruh ini bertujuan untuk melindungi pelanggan dan penjual dari pelanggaran HKI termasuk hak cipta maupun merek,” ucap Lisa dalam siaran persnya, Senin (7/3/2022).

Baca Juga  Chelsea kena getah akibat Roman Abramovich seorang Rusia

Lisa menjelaskan, sejak penjual mendaftar ke BLIBLI hingga upload barang untuk dijual, Blibli selalu berusaha mengutamakan HKI. Selain dicegah dengan adanya Perjanjian Kerjasama Penjual, Blibli juga melakukan edukasi ke seluruh penjual agar hanya memasarkan dan menjual produk original dan resmi sesuai aturan yang berlaku.

Pihaknya juga akan tegas memberikan sanksi kepada penjual yang menjual barang palsu dan bajakan dalam bentuk penurunan produk dari platform Blibli, mencabut akun penjual, hingga proses hukum. Bukan hanya itu saja, e commerce Blibli juga memperkuat sistem kecerdasan buatannya untuk mendeteksi barang-barang yang terindikasi  merupakan barang palsu dan bajakan.

“Bagi kami, kepercayaan dan kepuasan pelanggan adalah kunci utama standar layanan di Blibli,” tambah Lisa, COO BLIBLI.