Chelsea kena getah akibat Roman Abramovich seorang Rusia

Chelsea kena getah akibat Roman Abramovich seorang Rusia

Chelsea, klub sepakbola Inggris harus kena getah akibat perang Rusia dan Ukrania. Hal ini karena bos Chelsea adalah Roman Abramovich, seorang Rusia yang hubungannya dekat dengan presiden Rusia saat ini, Putin.

Klub sepakbola Inggris Chelsea dibeli Abramovich pada tahun 2003 silam dengan total fantastis senilai 140 juta poundserling.

Aset Abramovich di Chelsea dibekukan

Abramovich dibekukan asetnya oleh pemerintah Inggris. Akibat sangsi tersebut, praktis Chealsea tidak diizinkan membeli pemain baru atau juga memberi kontrak baru pada pemain, penjualan merchandise sementara ditutup, Chelsea tidak boleh menjual tiket lagi (kecuali mereka yang punya tiket musiman), dan di musim mendatang tidak boleh ada fans away.

Bukan hanya pada perseorangan yang terkena dampaknya. Masih banyak kebijakan Rusia menyerang secara militer ke Ukraina yang menimbulkan kontra pada dunia olahraga Rusia.

“Kebijakan Rusia dan Belarusia melanggar kewajiban tanggung jawab internasional,” kata pernyataan bersama tersebut. 37 negara itu kembali mengingatkan kewajiban menghormati hak asasi setiap manusia, hubungan damai antarbangsa sebagai landasan olahraga internasional.

Baca Juga  Jepang mencabut kondisi daruratnya

Boycott ke Rusia dan donasi dari olahraga Tenis

Dalam kesepakatan dalam 37 negara itu, ada  pernyataan agar Rusia dan Belarus tidak dapat izin menjadi penyelenggara atau tuan rumah kegiatan internasional. Kesepakatan tersebut menyuarakan agar Rusia dan Belarus tidak memperoleh izin untuk lelang penyelenggaraan lokasi pada tuan rumah olahraga internasional.

“Kami juga menyerukan agar Rusia dan Belarus tidak mendapatkan penghargaan olahraga internasional,” ucap isi pernyataan tersebut.

Bukan hanya atlet yang terkena dampaknya, tapi tim official juga seperti tim administrasi, dan tim perwakilan mendapatkan larangan berlaga di negara-negara di luar Rusia dan Belarus. Usulan larangan tersebut mencakup kehadiran perwakilan, nama kota, dan merek olahraga Rusia dan Belarus.

Informasi terbaru mengatakan bahwa di pergelaran Paralimpiade Musim Dingin di Beijing 2022 yang akan berlangsung pada 4-13 Maret 2022 mendatang, IPC melarang para atlet yang berasal dari Rusia dan Belarus untuk ikut berpartisipasi.

“Kami meminta federasi-federasi olahraga internasional menyebarluaskan kesepakatan kami,” kata pernyataan itu.

Kampanye dari dunia olahraga Teni bertajuk “Tennis Plays for Peace” telah diluncurkan. Asosiasi Tenis Profesional (ATP), Asosiasi Tenis Wanita (WTA), dan juga Federasi Tenis Internasional (ITF), dengan empat penyelenggara Grand Slams sudah mendonasikan dana bantuan hingga Rp 1,44 miliar untuk Ukraina.

Baca Juga  Ini yang dilakukan BLIBLI untuk berantas barang palsu dan bajakan

Dana kemanusiaan disalurkan melalui Lembaga Dana Global Pemulihan Krisis Ukraina (GGUCRF).